Custom Search

Senin, 12 Januari 2015

Memasang set Top Box TV Digital

pertama kalinya pula saya bisa melihat hasil pancaran DVB-T2 di televisi pemirsa sekaligus membandingkannya langsung dengan pesawat televisi yang masih menerima siaran analog, keduanya mendapatkan masukan dari antena yang sama, sehingga perbandingannya bisa adil. Dan hasilnya jelas sekali bahwa memang siaran televisi digital ini kualitasnya tidak perlu diragukan lagi. Bagus banget video dan audionya dibanding dengan yang analog. Yang analog mayoritas ada bintik bintik dan agak berbayang, atau gambar seperti dobel. Tulisan saya ini nanti jelas bisa sangat panjang, karena akan saya tulis dan saya beri gambar foto dengan harapan bisa lebih jelas memberi gambaran kepada para pembaca sehingga tidak bingung lagi tentang SET TOP BOX, yaitu fungsi, kegunaan serta cara memasangnya. Saya dulu juga sempat salah, karena saya kira output dari STB masuk ke input antena di televisi, ternyata memakai input AUDIO VIDEO, seperti nyetel VCD lah.
Baiklah langsung kita mulai. Kita perkenalan dulu dengan SET TOP BOX yang saya dapat karena dipinjami sahabat saya di transtv.
Inilah SET TOP BOX (STB)
Foto diatas adalah Set Top Box (STB) ukurannya cuma kecil saja, ada remotenya dan ada adaptor juga ada kabel audio video.

ini merek STB nya
Ini bagian belakang STB
Pada foto diatas adalah bagian belakang STB, terlihat colokan ANT IN, ini artinya ujung antena yang biasanya kita colokin ke bagian colokan pesawat televisi di sisi belakang, maka itu kita cabut, lalu kita colokin ke ANT IN (antena input) ini. Lalu gantian kita lihat ada colokan Video (warna kuning), Colokan Audio L (Left) yang warna putih, dan Audio Right (warna merah), maka kita ambil saja kabel bawaan STB, lalu kita colokin sesuai warnanya, kebangeten kalau sampai keliru ya. Terus selanjutnya lihat colokan power ada di sisi kanan bawah pada foto diatas, kita ambil adaptor bawaan STB, lalu ujungnya kita colokin ke lubang DC IN, jangan lupa nanti adaptornya kita colok ke Stop Kontak PLN.
Ini prakteknya
Pada foto diatas terlihat jelas warna ujung kabel sesuai warna colokan, juga antena sudah dicolokin ke ANT IN juga.
Colokin ke televisi
Nah sekarang lihat foto diatas, ujung kabel audio video tadi jangna lupa colokin ke AV INPUT TV sesuai warnanya pula, jadi tidak bakal keliru. Dan lihat pula apakah ada tulisan khusus seperti tv yang saya pakai ini, kalau tv ini ada tulisan AV2 IN, itu artinya nanti saat tv dihidupkan, pilih yang AV2, karena entah kenapa tv ini ada AV1, AV2 dan AV3. Kalau kita pilih AV1 atau AV3, maka tidak ada gambar dari STB yang muncul, jadi harus AV2.
Yuk kita colokin ke stop kontak PLN
Langkah selanjutnya mari kita colokin kabel power Televisi dan kabel power adaptor ke stop kontak seperti foto diatas. Lalu pencet tombol Power di televisi dan di STB.
menu yang tampil dari STB di pesawat televisi kita
Inilah gambar yang akan muncul di layar televisi kita jika kita nyalakan tv dan STB, dan terhubung dengan benar, kadang kalau goyang dan kurang pas colokan videonya perlu di tekan tekan biar gambarnya muncul. Lalu setelah muncul ini, maka kita ambil remote STB dan kita geser kursor kekanan untuk setting mencari saluran tv secara manual atau otomatis, saya sarankan otomatis saja.
scan saluran digital secara otomatis
inilah hasil sementara di jogja
Dari foto diatas, tampak hasil dari pencarian otomatis, ini hanya dapat tiga saluran, karena baru transtv yang pemancar digitalnya ON AIR, ini adalah satu pemancar, dan baru diisi tiga saluran, karena natinya bisa maksimal sampai 12 saluran, tetapi sebenarnya idealnya adalah 6 sampai 8 saluran saja. Kenapa ada dua transtv? karena ini memang disengaja, satunya hanya kisaran 4Mbps, sedang satunya lagi kisaran 7Mbps, trans7 diset 4Mbps, sehingga total adalah kisaran 16Mbps, padahal yang tersedia maksimal hanya 30Mbps (duh semoga saya tidak salah kbps atau mbps, karena ini kemarin lihatnya kurang mengamati dengan seksama).
inilah hasilnya transtv digital
yang in trans7 digital
Kedua foto diatas adalah hasil saat kita pindah pindah saluran, akan tampak jendela keterangan seperti itu, yang atas adalah TRANSTV di saluran 003, yang bawah adalah TRANS7 disaluran 001.
tampak full layar TRANS7 digital, tuh ada AV2 di layar
TRANSTV analog di tv dan antena yang sama di rumah saya, beda jauh kan dengan yang TRANSTV DIGITAL
analog (atas) vs digital (bawah)
Selesai sudah langkah demi langkah installasi STB ke pesawat televisi analog, prinsipnya pesawat televisi analog anda yang lama, serta antena yang biasanya dipakai, itu tidak dirubah apapun, hanya diberi tambahan alat STB saja yang cara pemasangannya seperti langkah-langkah diatas. Saran saya jika memang sudah punya STB, lebih baik antena di split (atau dicabang dua, satu masuk STB, satunya tetap masuk ke colokan antena pesawat televisi sebagaimana biasanya, hal ini karena saat ini baru transtv yang siaran digital, tentu saja besok akan diikuti oleh NETWORK PROVIDER yang lain, yaitu tvOne, Indosiar, GlobalTv, dan MetroTV, juga TVRI tentunya. Dengan masukan antena ke TV analog sebagaimana biasanya dan ke STB, maka kita bisa melihat siaran keduanya di pesawat tv kita, karena saat ini sampai Insya Allah tahun 2017 akhir, pemancar analog masih siaran juga, jadi analog dan digital akan siaran bareng sampai tahun 2017, nah kalau tahun 2018 anda belum punya tv digital DVB-T2 atau belum punya STB DVB-T2, maka pesawat tv analog sudah tidak bisa lagi digunakan.
Oh iya foto terakhir diatas adalah foto saya ambil di pemancar TRANSTV, yang atas adalah monitor televisi untuk pamancar analog, sedangkan yang bawah adalah monitor televisi untuk yang digital, tampak bahwa di dekat pemancar saja, tampilan monitor televisi analog ada seperti bayang bayang brur. Beda banget dengan monitor televisi yang bawah yang untuk menerima siaran digital, tampak gambarnya jernih tanpa gangguan. Ternyata siaran analog dan digital ada jeda waktunya, terlihat fotonya beda, kayaknya tadi duluan yang analog.
Jadi saya yakin seandainya semua televisi yang ada sekarang ini di jogja solo sudah siaran digital semua, yaitu ada 14 saluran tv, belum lagi nanti ditambah tv tv baru lainnya yang jumlah maksimalnya adalah 72 tv, maka masyarakat akan dengan suka rela berburu membeli STB DVB-T2 yang harganya di kisaran Rp. 50.000 sampai Rp. 400.000 tergantung fitur-fitur dalam STB itu yang menentukan harganya jadi makin mahal. Apalagi gelaran piala dunia 2014 yang akan disiarkan live gratis oleh antv dan tvOne, tentunya bagi pecandu bola, akan rela merogoh koceknya beli TV LED layar lebar banget yang sudha include receiver DVB-T2, ingat ya sodara-sodara, harus yang DVB-T2, pokonya mulai sekarang jangan beli TV baru kecuali sudah incluce receiver DBVB-T2, atau anda akan menyesal seperti sedulur saya di koboys yaitu lik Tiger Piceks yang beli TV LED merek terkenal tapi ternyata hanya DVB-T saja receivernya, sehingga dari rumahnya di Timoho cuma dapat siaran ADITV yang memang sudah siaran digital DVB-T sejak beberapa waktu yang lalu dari studionya di dekat UAD.

print this page 

0 komentar:

Blog: Erwin - Belajar Blog | The Template by : kendhin Website: x-template.blogspot.com| Powered By: Erwin Arianto